Resep Sambal Krecek Balas Dendam

Ceritanya kemarin kami kebetulan lewat di daerah Mampang. Sudah dari dulu pengen singgah di sebuah warung gudeg cuma belum kesampaian. Selama ini juga cuma dengar-dengar testimoni dari teman yang katanya kreceknya enak banget. 
Nah kemarin itu ada kesempatan, akhirnya singgahlah kami buat beli. Take away aja karena belum berani makan di tempat. Kan masih PPKM. Saya menunggu di mobil, Desan yang masuk beli. 
Tak lama Desan keluar membawa bungkusan. Gak terlalu besar bungkusannya. 

“Mahal banget,”kata Desan. “Segini ** ribu!” 
Ada dua kemungkinan terkait kondisi ini. Satu, kami bukan segmen pasarnya. Kedua, warungnya overpriced karena merasa legendaris. 
Saya tertawa aja. Dan kemudian agak meringis ketika mau keluar dan tukang parkir datang. Ada tulisan berapa yang kami harus bayar untuk sekali parkir. Warung dan tukang parkirnya sama-sama semena-mena nih ngasih harga. Wkwkwk.

Kemarin, tau-tau di meja makan sudah ada sepanci besar krecek. Dan pula. Tentu gratis karena Desan yang bikin sendiri. Entah apa yang mendorongnya, barangkali sedikit dendam. 

Dan seperti biasa, sebagai suami yang baik, tentu saja saya harus bilang sambal buatan Desan ini lebih enak daripada yang kami beli dari warung itu. 

“Sini minta resepnya. Saya mau posting di Rivpo,” kata saya. 

Tingtong. Notifikasi WA-ku berbunyi.

Ini resepnya:

Satu bungkus krecek (kurang lebih 50-100gr)
Tahu kulit, dipotong empat.
Kacang merah, direbus sampai lembut.

750ml santan (bisa diganti fibercreme).
3 lembar daun salam
2 ruas lengkuas geprek
1 sdt garam
1 sdt gula merah
1 sdt kaldu bubuk
Cabai rawit merah utuh.

Bahan yang dihaluskan:
7 siung bawang merah
5 siung bawang putih
5 buah cabe merah besar
5 buah cabe merah keriting
1 sdt terasi matang

BACA JUGA:  Nenek Rus Sang Tukang Pijat Artis

membuat :
– tumis bumbu yang dihaluskan sampai berubah warna lebih gelap. Lalu masukkan lengkuas dan daun salam

– masukkan santan, aduk sampai mendidih.

– tambahkan garam, gula dan kaldu bubuk. Lalu krecek, kacang merah dan tahu sampai bumbu meresap. Koreksi rasa.

Gampang kan? 

Fauzan Mukrim
%d bloggers like this: