River's Note

Balada Calon Debitur

Kau bayangkan, ada seorang ibu yang masih merasai perih sehabis melahirkan, berjalan menyusuri hampir separuh Jakarta hingga kelelahan dan berhenti untuk rebah di mana saja.

River, di pekerjaanku ini aku sudah sering melihat ayah-ayah yang nyaris tak berdaya melawan nasib buruk. Tapi sejak kamu lahir, Nak, setiap kali melihat kejadian semacam itu, satu-satunya hal yang ingin aku lakukan adalah segera pulang ke rumah –iya, rumah kontrakan kita itu– dan memeluk kalian berdua. Kamu dan ibumu. Itulah rasa aman sederhana yang bisa aku sediakan.

Continue reading
River's Note

Anak Itu Seperti Rumah

Dan mungkin benar kata dokter Sri. Anak itu seperti rumah. Seyogyanya kau membangunnya hanya dengan material yang terbaik saja. Tapi ingin kulengkapi ajaran dokter Sri itu. Rumah tak hanya melulu soal material.

Sini kubuktikan. Bertahun-tahun aku dan saudara-saudaraku hidup di atas rumah panggung kayu, hingga kami besar dan meninggalkan rumah, meninggalkan tanah kelahiran. Rumah itu masih berdiri kokoh, padahal dia hanya terbuat dari papan dan sedikit batu bata. Beberapa tahun lalu, dia bahkan selamat dari serangan angin puting beliung di saat beberapa rumah tetangga kami beterbangan atap-atapnya. Tentu ada hal yang membuatnya bisa tetap berdiri, sekalipun tanpa material terbaik.

Continue reading