Seorang Musisi dan Anak Perempuannya

#dearRain, Senin lalu, Facebook mengumumkan sebuah teknologi baru berbasis Artificial Intelligence yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi postingan status, video, atau livestreaming seseorang yang berpotensi untuk melakukan bunuh diri. Teknologi ini sebenarnya sudah dikembangkan Facebook sejak Maret lalu, ketika marak upaya bunuh diri yang disiarkan via Facebook, namun hanya memindai teks dan terbatas di lingkup AS…

Pertemuan dua anak

#dearRiver Sembilan tahun lalu, saya dan beberapa orang kawan diperintahkan berangkat ke Nusakambangan. Kami ditugaskan mewawancarai tiga teroris paling berbahaya saat itu, trio pelaku pengeboman di Bali tahun 2002. Bisa jadi, itu adalah pertemuan terakhir mereka dengan wartawan, karena beberapa bulan setelahnya, eksekusi mati dijadwalkan akan dilaksanakan. Tugas yang berat. Karena bisa masuk ke sana…

“Seperti Apa Kelak Kau akan Habiskan Masa Tuamu?”

SITI, nama seekor kakatua yang diceritakan Eka Kurniawan dalam novel O, mengalami keresahan dalam permenungannya sehabis bercinta dengan seekor pejantan, “Jadi, apa sesungguhnya tujuan kita hidup di dunia ini?” Siti berkelana mencari jawaban dari satu dahan ke dahan yang lain. Hingga pada suatu hari ia sampai di sebuah lembah dan secara tak sengaja menyaksikan Syech…

Ambisi Orangtua yang Bisa Membunuh Bahasa

Bagian ke 1 dari 2 artikel dalam Topik : Bahasa Indonesia & Kita

Saya ingin anak saya nanti bisa bersaing di ranah internasional, dan untuk itu saya ingin dia bisa berbahasa Perancis dengan baik … dan juga bahasa Belanda, Inggris, Jerman, Spanyol, Italia, Arab dan kalau perlu, Mandarin.

Dia yang Selalu Memberi

Pada mereka, para orangtua dengan samudera sabar tanpa tepi, sepenuh hati saya angkat topi. Kesabaran mereka adalah inspirasi cinta nir logika. Untuk mereka, salutku sepenuh jiwa.

Itu Apa?

Padahal Allah SWT sendiri bersumpah. Dia yang Maha Kuasa bersumpah demi Masa. Al Ashr. Bahwa kita manusia benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan. Kecuali orang-orang yang saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran.

Demikian Adanya

Itulah seorang ayah, Nak. Kadang hanya kebanggaan dari keluargalah yang diharapkannya. Mungkin karena usia tua, kami jadi semakin kehilangan fungsi. Suatu hari nanti, kami mungkin tak bisa lagi kau andalkan untuk memasang hammock atau menyalakan trangia-mu.

Malaikat yang Terinjak Sayapnya

Salah satu sebab aku menjadi wartawan, adalah karena ingin menyamai perjalanan bapakku. Bapakku pernah mendatangi banyak tempat, dan aku ingin seperti dia. Setiap tiba di tempat baru, aku pasti mengabari bapakku. Bapak, aku di Miangas! Bapak, aku di Soweto! Seringkali aku tergelincir untuk membangga-banggakan keberhasilanku, tapi pada saat itulah sebenarnya kegagalanku. Sampai pada satu titik, aku menyadari bahwa aku tak akan pernah bisa menyamai perjalanan bapakku.

Pundak Seorang Ayah

Tapi begitulah, River. Ternyata menjadi ayah itu bukan melulu soal punya pundak kuat atau tidak. Yang lebih penting adalah seberapa ikhlas seorang ayah ingin mendukung anaknya di atas pundaknya, dan membiarkan sang anak melihat apa yang tidak bisa si ayah lihat di ketinggian itu.

Ketika Kamu Sakit

Menjadi orangtua adalah hadiah sepaket. Kami akan bahagia oleh tawamu, tapi juga akan sedih karena tangismu. Tak bisa kami memlih salah satunya saja, misalnya yang paling enak.

Inilah Cerita yang Boleh Tidak Kau Dengarkan

Inilah cerita yang semoga akan mengajarkan kita agar tak pernah sungkan untuk menyatakan cinta kepada orangtua, betapapun mereka tidak lagi bisa mendengarkan, merasakan, atau bahkan mengingat.

Doa Teknis di Tahun Baru

Berilah kesempatan kepada tanganku ini ya Allah, tanganku yang sudah mulai sering kesemutan ini. Aku ingin membuatkan River sebuah rumah pohon, di halaman depan rumah kami, lengkap dengan taman bacaan untuk anak-anak tetangga. Teman-temannya River kelak.

Anak Itu Seperti Rumah

Dan mungkin benar kata dokter Sri. Anak itu seperti rumah. Seyogyanya kau membangunnya hanya dengan material yang terbaik saja. Tapi ingin kulengkapi ajaran dokter Sri itu. Rumah tak hanya melulu soal material.

Sini kubuktikan. Bertahun-tahun aku dan saudara-saudaraku hidup di atas rumah panggung kayu, hingga kami besar dan meninggalkan rumah, meninggalkan tanah kelahiran. Rumah itu masih berdiri kokoh, padahal dia hanya terbuat dari papan dan sedikit batu bata. Beberapa tahun lalu, dia bahkan selamat dari serangan angin puting beliung di saat beberapa rumah tetangga kami beterbangan atap-atapnya. Tentu ada hal yang membuatnya bisa tetap berdiri, sekalipun tanpa material terbaik.