Pertemuan dua anak

#dearRiver Sembilan tahun lalu, saya dan beberapa orang kawan diperintahkan berangkat ke Nusakambangan. Kami ditugaskan mewawancarai tiga teroris paling berbahaya saat itu, trio pelaku pengeboman di Bali tahun 2002. Bisa jadi, itu adalah pertemuan terakhir mereka dengan wartawan, karena beberapa bulan setelahnya, eksekusi mati dijadwalkan akan dilaksanakan. Tugas yang berat. Karena bisa masuk ke sana…

Saya Tidak Ingat Punya Teman Berusia Bayi

Di Facebook, ada banyak permintaan pertemanan yang belum saya konfirmasi karena saya tak mengenali foto dan namanya. Saya tidak ingat punya teman berusia bayi. Saya tahu kalau sebagian dari mereka adalah teman SD, SMP, dan SMU saya dari mutual friend kami, tapi saya masih belum tertarik untuk memencet tombol Confirm. Jahat? Yo ben. Jika sedang…

Ayah Bunda Kuliah Bersama di Luar Negeri Membawa Anak? Insya Allah, Bisa!

“Dhiya kun suhunya 37.5, tolong jemput dari houikuen sekarang juga ya,” kata seorang pengasuh di hoikuen (daycare) anak yang kedua, melalui telepon. Peraturan di daycare milik Pemerintah Jepang memang sangat ketat. Jika suhu anak mencapai 37,4 derajat celsius, maka orang tua harus segera menjemput. Tidak peduli si ortu sedang sibuk apa pun. Dan orang Jepang…

Induk Tertabrak Truk, Bayi Kanguru Dirawat Polisi

Di markas polisi Cue, Western Australia, bayi Cuejo mengikuti ke mana pun Scott Mason pergi. Sesekali, Cuejo merangsek ke dalam t-shirt “ayah angkat”-nya itu dan menjadikannya kantong tidur seperti kelakuan bayi kanguru pada umumnya.   Keakraban mereka sudah seperti ayah dan anak. Sebuah video yang diposting di akun Facebook ”Western Australia Police” mengungkapkan kecintaan Scott…

Mug Konser dari Bapak

Mug porselen ini pernah mengajariku tentang kasih sayang, tentang upaya sederhana seorang ayah yang ingin membahagiakan anaknya. Kiranya ada seseorang yang ingin membuat sebuah “Museum untuk Ayah Hebat”, aku ingin menitipkan barang ini untuk dipajang di etalasenya. Aku titip mug-ku.

Jadi “Anak Desa” di Scientia Square Park

Setelah berkali-kali gagal, akhirnya Sabtu (27/8) kemarin kami –saya, River, dan ayahnya– main ke taman yang sedang hits ini: Scientia Square Park. Lokasinya di Gading Serpong, tidak jauh dari Mall Summarecon Serpong, Tangerang. Biaya masuk ke taman ini 35 ribu rupiah per orang saat weekend, dan 20 ribu rupiah per orang saat weekday. Harga ini…

Ambisi Orangtua yang Bisa Membunuh Bahasa

Bagian ke 1 dari 2 artikel dalam Topik : Bahasa Indonesia & Kita

Saya ingin anak saya nanti bisa bersaing di ranah internasional, dan untuk itu saya ingin dia bisa berbahasa Perancis dengan baik … dan juga bahasa Belanda, Inggris, Jerman, Spanyol, Italia, Arab dan kalau perlu, Mandarin.

Balada Calon Debitur

Kau bayangkan, ada seorang ibu yang masih merasai perih sehabis melahirkan, berjalan menyusuri hampir separuh Jakarta hingga kelelahan dan berhenti untuk rebah di mana saja.

River, di pekerjaanku ini aku sudah sering melihat ayah-ayah yang nyaris tak berdaya melawan nasib buruk. Tapi sejak kamu lahir, Nak, setiap kali melihat kejadian semacam itu, satu-satunya hal yang ingin aku lakukan adalah segera pulang ke rumah –iya, rumah kontrakan kita itu– dan memeluk kalian berdua. Kamu dan ibumu. Itulah rasa aman sederhana yang bisa aku sediakan.

Bertamu

Sudah banyak orang yang bicara tentang kesucian, pahala, atau FPI. Tapi masihkah ada yang mau mengajak kita bicara tentang hal-hal mungil. Ramadhan adalah saat untuk menanyakan kembali kabar guru-guru kita. Mungkin mereka punya cerita tentang betapa nakalnya kita dulu.

Demikian Adanya

Itulah seorang ayah, Nak. Kadang hanya kebanggaan dari keluargalah yang diharapkannya. Mungkin karena usia tua, kami jadi semakin kehilangan fungsi. Suatu hari nanti, kami mungkin tak bisa lagi kau andalkan untuk memasang hammock atau menyalakan trangia-mu.

Pundak Seorang Ayah

Tapi begitulah, River. Ternyata menjadi ayah itu bukan melulu soal punya pundak kuat atau tidak. Yang lebih penting adalah seberapa ikhlas seorang ayah ingin mendukung anaknya di atas pundaknya, dan membiarkan sang anak melihat apa yang tidak bisa si ayah lihat di ketinggian itu.

Tali Cadangan di Sepatuku

Adalah seorang kawan yang mengajarkan. Itu saat kami masih sering berkelana kemana-mana. Masuk ke kampung ke orang, hanya membawa ransel dan diri. Tali itu ada di sana, Nak, di sepatuku, karena aku yakin suatu hari pasti akan bertemu dengan seseorang yang membutuhkan. Dan dengan itu, Nak, semoga aku bisa merasa sedikit berguna.

Tentang Seorang Lelaki

Aku takjub pada caranya memelihara cinta. Di sekitar meja tempat kue brownies tanpa lilin itu ditaruh, dia dikelilingi oleh seorang istri dan empat anak yang beruntung. Aku tahu aku tak akan pernah penuh seperti lebah memiliki madu. Aku hanya berharap suatu hari nanti aku bisa bilang padamu: “Ada banyak cinta yang menunggumu di sini, Nak.

Doa Teknis di Tahun Baru

Berilah kesempatan kepada tanganku ini ya Allah, tanganku yang sudah mulai sering kesemutan ini. Aku ingin membuatkan River sebuah rumah pohon, di halaman depan rumah kami, lengkap dengan taman bacaan untuk anak-anak tetangga. Teman-temannya River kelak.

Tertawa Seperti Pocoyo

Berharap hidupmu seceria Pocoyo, bersahabat dengan Elly, Pato, Loula dan Sleepy Bird. Belajar tertawa. Hanya sibuk bermain sepanjang hari, hingga kelak kamu dewasa dan belajar berdamai dengan kenyataan. Just like Pocoyo, Son. Learning Through Laughter. Belajar menertawai kenyataan.

My IKEA Dream

Nak, seringkali jika tak bisa tidur seperti ini, maka aku akan memelototi katalog IKEA yang sengaja aku simpan di dekat tempat tidur. Katalog itu diperoleh ibumu dari temannya, dan temannya itu entah bagaimana cara mendapatkannya karena di sampulnya jelas-jelas tertulis itu katalog khusus toko dan tidak untuk dibawa pulang. Satu yang pasti, katalog setebal 150-an…

Anak Itu Seperti Rumah

Dan mungkin benar kata dokter Sri. Anak itu seperti rumah. Seyogyanya kau membangunnya hanya dengan material yang terbaik saja. Tapi ingin kulengkapi ajaran dokter Sri itu. Rumah tak hanya melulu soal material.

Sini kubuktikan. Bertahun-tahun aku dan saudara-saudaraku hidup di atas rumah panggung kayu, hingga kami besar dan meninggalkan rumah, meninggalkan tanah kelahiran. Rumah itu masih berdiri kokoh, padahal dia hanya terbuat dari papan dan sedikit batu bata. Beberapa tahun lalu, dia bahkan selamat dari serangan angin puting beliung di saat beberapa rumah tetangga kami beterbangan atap-atapnya. Tentu ada hal yang membuatnya bisa tetap berdiri, sekalipun tanpa material terbaik.