“Seperti Apa Kelak Kau akan Habiskan Masa Tuamu?”

SITI, nama seekor kakatua yang diceritakan Eka Kurniawan dalam novel O, mengalami keresahan dalam permenungannya sehabis bercinta dengan seekor pejantan, “Jadi, apa sesungguhnya tujuan kita hidup di dunia ini?” Siti berkelana mencari jawaban dari satu dahan ke dahan yang lain. Hingga pada suatu hari ia sampai di sebuah lembah dan secara tak sengaja menyaksikan Syech…

ChaCha Lelah, ChaCha Ingin Pergi Saja….

ChaCha ingin kabur, tapi dia bingung mau ke mana. Dia sempat berkeliling di daerah perumahan dan meneriaki siapa pun yang mengejarnya, sebelum akhirnya nangkring di tiang telepon di Sendai.

Induk Tertabrak Truk, Bayi Kanguru Dirawat Polisi

Di markas polisi Cue, Western Australia, bayi Cuejo mengikuti ke mana pun Scott Mason pergi. Sesekali, Cuejo merangsek ke dalam t-shirt “ayah angkat”-nya itu dan menjadikannya kantong tidur seperti kelakuan bayi kanguru pada umumnya.   Keakraban mereka sudah seperti ayah dan anak. Sebuah video yang diposting di akun Facebook ”Western Australia Police” mengungkapkan kecintaan Scott…

Masih Ada Tuhan di Kalijodo

Jelang detik-detik akhir pengusuran Kali Jodo, banyak cerita yang tercecer di tempat kelam ini, kiranya foto cerita ini dapat sedikit mewakilkan kerapuhan jiwa anak manusia serta lingkungannya kembali menyandarkan hati mereka pada sang Maha Kuat sebagai pelindung mereka.

Lagu Baru Tulus dan Urat Lehermu, Dik…

Di dalam gerbong KRL jurusan Bogor – Jakarta Kota, di depan tempatku duduk tadi, seorang perempuan muda mengobrol seru bersama satu kawannya. Saya tidak tahu isi pembicaraan mereka apa, sebab kedua telinga saya sumbat dengan earphone berisi lagu baru Tulus yang konon kabarnya baper-able. Saya hendak memastikan konon itu, sambil membayangkan “Pamit” dipertunjukkan di sebuah…

Tamu Tengah Malam

Tinggal di sebelah rumpun bambu, kalau ada ketukan pintu jam segitu, kadang mikirnya bukan siapa tapi apa yang ngetuk. Mungkin jika tak membeli benda yang cuma ada di toko kami, ada nyawa yang terancam mati. Halah. Ini jelas dramatisasi over dosis.

Mengapa Bahasa Indonesia Penting?

Bagian ke 2 dari 2 artikel dalam Topik : Bahasa Indonesia & Kita

Para perumus bangsa Indonesia adalah pemimpin bangsa yang berhasil menggunakan bahasa untuk menyatukan wilayah-wilayah yang terpisah-pisah secara fisik. Kita bisa menggunakan Bahasa Indonesia di manapun di seluruh wilayah Indonesia. Tidak seperti di Belgia, bergerak beberapa kilometer ke Utara atau ke Selatan saja, sudah harus berganti bahasa.

Ambe’ Korang, Pengukir Tau Tau Buku dari Rembon

Ide pembuatan patung tulang menurut Ambe’ Korang datang begitu saja. Ia memperhatikan kebiasaan masyarakat Toraja yang selalu memotong kerbau dan sapi dalam jumlah yang banyak dalam setiap pesta adat. Tulang belulang dari sampah pesta-pesta itulah yang dimanfaatkan Ambe’ Korang untuk dijadikan Tau Tau yang bernilai seni dan bernilai ekonomi.

Dia yang Selalu Memberi

Pada mereka, para orangtua dengan samudera sabar tanpa tepi, sepenuh hati saya angkat topi. Kesabaran mereka adalah inspirasi cinta nir logika. Untuk mereka, salutku sepenuh jiwa.

Semesta Kobokan

Semesta kobokan sejatinya bukan hanya sebatas meja makan, atau meja operasi di Rumah Sakit. Ia menyimpan semacam pesan yang luhur. Kegunaan azalinya memang untuk membersihkan tangan sebelum makan, tapi kobokan juga semacam kiasan bahwa hidup ini mesti sering-sering dibersihkan.

The Things You Won’t Regret

Kau seorang ibu, yang memaafkan terlalu sering, yang mengerti sekian banyak dan akan menerima segala kemungkinan terburuk sekalipun sepanjang kau bisa melihat mereka di matamu.

Now and Then

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari jangan kita yang ditelan zaman. Kitalah yang harus menaklukkan zaman. Media perantara tidak seharusnya menjadi masalah. Termasuk dalam urusan mendidik bagi para orang tua.

Mata Kelapa, Mata Celana

Beginilah cara Allah menjaga kita dari rasa sakit dan rasa malu. Mereka tahu kapan harus jatuh, kapan harus robek, yang tidak menyakiti kita.