Pagliacci dan Badut yang Tidak Bisa Sulap

Beberapa hari yang lalu, saat sedang mengaso dari kesibukan mencangkul di kantor, tiba-tiba masuk pesan di Whatsapp-ku. Tertulis di layar: Desanti sent you a voice message. Pesan dari ibumu, tapi saat aku buka, justru suaramu yang terdengar. “Ayah, Ipaw mau ke Disneyland!” Biasanya memang begitu. Kau memainkan handphone ibumu dan membuat pesan apa saja. Minta…

Lihat Mataku, Nak…

Kalau makan, selalu lihat siapa yang kasih makan ya, Nak. Begitulah cara manusia berterima kasih.

Ilmu Dasar Kamera

Aku tidak tahu banyak. Aku medioker soal kamera. Amatiran. Tapi kalau kamu tidak keberatan, sini aku ajarkan ilmu dasar kamera.

Layang-layang yang Tak Pernah Terbang

Hingga kini, setiap melihat layang-layang di langit –layangan apa saja, tak perlu yang besar- aku selalu teringat pada layang-layang burung garuda-ku itu. Layang-layang itu memang tak pernah terbang, tapi dia sudah melakukan tugasnya yang lain. Menunjukkan padaku bahwa persahabatan itu ada, keikhlasan itu ada. Bahwa orang baik itu ada.

Renungan Mantan Kiper

Besok malam timnas kita akan berjuang mati-matian untuk membela negara. Di leg kedua pertandingan final Piala AFF 2010 ini, timnas setidaknya harus menang 4-0 melawan Malaysia. Mari kita dukung Firman, Bepe, Gonzales, Irfan, dan lain-lain. Kalah atau menang, mereka adalah semacam jihadi. Mereka tak takut patah tulang, demi untuk memberikan kegembiraan kepada kita, para penontonnya. Mereka sudah merelakan masa muda mereka yang berharga, untuk berkeringat dan berpeluh di rumput hijau. Tak seperti banyak anak muda, yang hanya bisa marah-marah dan memaki satu sama lain.

Oleh-oleh Ayah

Malam itu, Nak, aku membawa pulang oleh-oleh untukmu. Aku bawa melintasi sisa gerimis. Malam masih sibuk. Orang-orang yang tadi sempat terhalang pulang, mulai beranjak. Seorang tamu agung baru saja datang ke negara kita. Obama namanya. Presiden Amerika Serikat itu akhirnya benar-benar tiba di Jakarta setelah beberapa kali gagal datang. Ada yang senang. Ada yang gusar….

Pulang Memancing

Lalu aku teringat pada guruku, Nak. Suatu ketika dia bilang, “pembohong dan orang-orang yang tidak jujur bisa mendapatkan apa saja, kecuali ketenangan dan kedamaian.”

Jadi ingatkan aku, Nak. Pegang kata-kataku, jika suatu hari terpaksa memilih, akan lebih baik bagiku untuk memberimu makan ikan mujair atau nila yang kita pancing dari sungai-sungai kotor dan menuntunmu berjalan pulang dalam hujan, daripada harus menjadi orang yang berdiam dalam kendaraan-kendaraan mewah tapi tak merasa tenang.

Inilah Cerita yang Boleh Tidak Kau Dengarkan

Inilah cerita yang semoga akan mengajarkan kita agar tak pernah sungkan untuk menyatakan cinta kepada orangtua, betapapun mereka tidak lagi bisa mendengarkan, merasakan, atau bahkan mengingat.

Menjadi Ayah

Saat itu adalah sore yang hujan. Bandung basah. Mengguyur orang-orang yang pulang kerja. Tukang sapu RS. AL Islam mondar-mandir mengepel lantai lobi yang tak henti berlumpur oleh kaki-kaki orang yang datang. Datang membawa sakit, atau kabar gembira. Di ruang bayi, Nak, suster Irma membantuku menghitung jari-jarimu. Lengkap. Kamu menangis, telanjang dan kedinginan. Kamis, 25 Februari…

Tentang Seorang Lelaki

Aku takjub pada caranya memelihara cinta. Di sekitar meja tempat kue brownies tanpa lilin itu ditaruh, dia dikelilingi oleh seorang istri dan empat anak yang beruntung. Aku tahu aku tak akan pernah penuh seperti lebah memiliki madu. Aku hanya berharap suatu hari nanti aku bisa bilang padamu: “Ada banyak cinta yang menunggumu di sini, Nak.

Tafsir Penderitaan dari Soda Gembira

Kalau kau merasa cukup tangguh, jadilah jurnalis. Jurnalis yang baik. Tapi seperti politikus, jurnalis juga kadang-kadang merasa sok penting. Hero complex. Seolah-olah persoalan bangsa atau dunia bisa selesai di tangannya, padahal tidak selalu juga.

Seekor Kucing di Depan Restoran A&W

River, akan kuceritakan kepadamu tentang hewan. Pada suatu hari, sekitar 8 tahun yang lalu, aku menemani seseorang menikmati sore di pantai Losari, Makassar. Sebut saja GG, namanya. Karena suatu kebetulan, kami bertemu. Aku adalah mahasiswa pemimpi waktu itu, dan dia adalah penulis terkenal yang melalui serial bukunya, BSR, banyak membentuk mimpi masa mudaku. Kelak jika…