Protes Perubahan Iklim, Mahasiswa Interupsi Pertandingan Bola Harvard vs Yale

Foto: CAL Sport Media via AP Images

Pertandingan American Football antara tim Harvard dan Yale University, Sabtu 23 November 2019, tertunda jelang memasuki babak kedua setelah ratusan orang tiba-tiba merangsek memasuki lapangan. Saat itu, Harvard sementara memimpin 15-3 atas Yale dalam pertandingan yang digelar di New Haven, Connecticut.

Ratusan “penyusup” ini adalah mahasiswa dan alumni dari kedua universitas bergengsi tersebut. Tindakan ini adalah bentuk protes atas perubahan iklim. Mengusung tagar #NobodyWins, para demonstran menuntut Harvard dan Yale menghentikan investasi ke perusahaan minyak yang berkontibusi terhadap perubahan iklim.

Nobody wins. Yale & Harvard are complicit in climate injustice (Tidak ada yang menang. Yale & Harvard terlibat dalam ketidakadilan iklim)”. Demikian bunyi salah satu spanduk yang dibawa oleh mahasiswa.

Setelah tertunda sekitar 30 menit, pertandingan kemudian dilanjutkan setelah para demonstran dihalau keluar lapangan. Di akhir pertandingan, Yale mengalahkan Harvard dengan skor 50-43.

Foto: Twitter @DivestHarvard

Menyusul “interupsi” ini, setidaknya tiga kelompok mahasiswa, yakni Fossil Fuel Divest Harvard, Fossil Free Yale, dan Yale Endowment Justice Coalition, merilis pernyataan mereka.

“Harvard dan Yale mengklaim tujuan mereka adalah untuk mencetak pemimpin mahasiswa yang berjuang menuju dunia yang lebih ‘adil, setara, dan menjanjikan’ dengan ‘membangun dunia saat ini untuk generasi mendatang.’ Namun dengan terus berinvestasi dalam industri yang menyesatkan publik, mencoreng dunia akademisi, dan menyangkal kenyataan, Harvard dan Yale terlibat dalam menghancurkan masa depan itu.”

Pernyataan sikap tersebut dirilis melalui laman https://nobodywins2019.home.blog/.

Dikutip dari CNN, pihak Yale University melalui Direktur Hubungan Media, Karen Peart, menyatakan pihak kampus mendukung kebebasan berekspresi mahasiswa, namun tidak mengizinkan “gangguan apa pun terhadap acara universitas.”

Sementara hingga Sabtu, belum ada keterangan apa pun dari pihak Harvard.