Adhara, Gadis Kecil Korban Bully yang IQ-nya Disebut Lebih Tinggi Daripada Einstein

Foto: Ricardo B. Salinas – Twitter @RicardoBSalinas

Ketika umurnya 3 tahun, didiagnosa Asperger, salah satu spektrum autisme. Dengan kondisinya itu, gadis kecil yang tinggal di kawasan kumuh Tlahuac, City ini, sering menjadi korban ejekan teman-temannya.
Di sekolah ia dijuluki “weird” atau anak aneh.


Suatu kali, Nallely Sanchez, ibu Adhara, melihat Adhara sedang bermain rumah-rumahan di sekolah, dan beberapa temannya yang jahat menguncinya dari luar. Tidak hanya itu, mereka juga meneriaki Adhara dan memukul-mukul rumah-rumahan yang ada Adhara di dalamnya. Setelah itu, Adhara meminta kepada ibunya untuk berhenti sekolah.

“Saya tidak mau Adhara menderita. Dan ketika dia bilang tidak mau sekolah lagi, saya sangat putus asa,” kata Nallely, sebagaimana dikutip dari The Yucatan Times.

Guru di sekolah Adhara juga menyebut Adhara sering tidur di kelas dan tidak menunjukkan perhatian pada pelajaran. Nallely, yang tahu bahwa Adhara sangat menggemari matematika dan tabel periodik, memutuskan membawa Adhara ke pusat terapi. Seorang psikiatris kemudian menyarankan Adhara menjalani tes di Talent Care Center.

Hasilnya sangat mengejutkan. Adhara Perez, tercatat memiliki 162 yang merupakan rata-rata ilmuwan besar. Albert Einstein tidak pernah mengikuti tes IQ, namun diperkirakan IQ-nya 160. Artinya IQ Adhara dua poin lebih tinggi daripada IQ Albert .

Setelah mengetahui kecerdasan Adhara yang luar biasa itu, ibunya kemudian berusaha mengupayakan lingkungan belajar yang sesuai. Tak butuh waktu lama, Adhara bisa menyelesaikan SD di umur 5 tahun, SMP di usia 6 tahun, dan SMA di usia 8 tahun. Saat ini, Adhara sedang dalam proses untuk kuliah online di dua jurusan, yaitu di jurusan Matematika Teknik Industri dan jurusan System Engineering.

Gadis kecil menakjubkan ini juga menulis sebuah buku berjudul “Do Not Give Up” yang bercerita tentang pengalamannya. Majalah Forbes Mexico juga baru-baru ini memasukkannya dalam daftar “100 Perempuan Paling Berpengaruh di Mexico”.

Dilansir oleh People.com, Nallely Sanchez berencana membawa Adhara ke Amerika Serikat untuk mengikuti ujian masuk di University of Arizona, kampus impian Adhara. Adhara bercita-cita menjadi astronaut.